Rabu, 17 Mei 2017

Tiga Hari Bersama Pengawas Silang


Depok -- Ujian Sekolah tahun ajaran 2016/2017 yang diselenggarakan mulai tanggal 15 sampai dengan 20 Mei 2017 dibedakan menjadi dua termin. Termin pertama selama tiga hari menggunakan model pengawasan silang dengan mata ujian utama yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Sedangkan termin yang kedua berlangsung mulai hari ke-4 dengan mata ujian Pendidikan Agama, IPS, PKn, Bahasa Jawa, dan Bahasa Inggris.

Pelaksanaan Ujian pada termin pertama berlangsung dengan baik tanpa kendala yang berarti meskipun dibeberapa sekolah lain terdapat kekurangan LJK. Hal tersebut tidak terjadi di SD Negeri Depok 1. Sampai dengan hari ketiga tidak ada siswa yang tidak mengikuti ujian. Meski soal-soal yang diujikan cenderung tidak semudah yang dibayangkan namun demikian seluruh siswa tetap mengerjakan dengan antusias dan tidak ada sola yang tidak terjawab.

Masa yang berat telah terlewati dengan berakhirnya ujian apada termin pertama. Namun demikian para siswa dihimbau untuk tidak lengah karena masih ada termin yang kedua yang tak kalah penting. Dengan sistem penentuan kelulusan yang baru yakni dengan porsi 60:40 dimana 40% nilai diambil dari murni nilai ujian dan 60% lagi diambil dari rata-rata raport kelas IV, V, dan VI. Maka untuk memperoleh hasil yang maksimal maka siswa harus mendapatkan nilai ujian minimal 5 pada rentang 0-10 selebihnya ditambah dengan rata-rata nilai raport mulai dari kelas IV. 


Semangat pagi selalu di berikan oleh guru kelas VI yakni Bapak Hidayat. Kegiatan tersebut dilakukan sesaat sebelum mengikuti ujian. Kegiatan yang dimulai dengan kegembiraan akan mendapatkan hasil yang maksimal, itulah tujuan dari pemberian semangat pagi. Kegiatan yang diawali dengan yel-yel kemudian diakhiri dengan memohon doa restu dari para guru dan karyawan SD Negeri Depok 1.


Terimakasih kepada Bapak/Ibu pengawas dari sekolah lain yang telah membantu jalannya ujian pada termin pertama dengan baik.

Daftar nama pengawas silang SDN Depok 1

No
Nama
Asal Unit Kerja
1
Endang Tarwiyati, S.Pd
SDN Caturtunggal 7
2
Enggar Nindi Yonatan
SD Olifant
3
Iswandari Sunarjati, Dra
SDN Nanggulan
4
Estri Rukmiyati, S.Pd
SDN Condongcatur
5
Ertoha Tag, S.Pd
SDN Puren
6
Din Utami Nuri, S.Pd.SD
SDN Maguwoharjo 1
 

Foto-foto Kegiatan :

Senin, 15 Mei 2017

Hari Pertama Ujian, Pengawas Mengenakan Baju Adat Jawa dan Siswa Kebanjiran Doorprize



Depok - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hari pertama Ujian Sekolah para pengawas ruang mengenakan pakaian adat Jawa. Hal ini dikarenakan pada hari pertama Ujian Sekolah yakni tanggal 15 Mei 2017  bertepatan dengan hari jadi kabupaten sleman yang ke-101. Seperti diinstruksikan sebelumnya bahwa pada tanggal 15 Mei 2017 para pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten sleman diwajibkan menggenakan busana adat jawa khususnya adat Yogyakarta tak terkecuali para guru yang sedang melaksanakan tugas sebagai pengawas ujian SD.


Ujian Sekolah SD dilaksanakan selama enam hari mulai hari Senin tanggal 15 Mei 2017 hingga hari sabtu tanggal 20 Mei 2017. Ujian dibagi menjadi dua yakni ujian dengan mata pelajaran utama yakni Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan Agama yang dilaksanakan dari hari Senin sampai dengan Kamis kemudian dilanjutkan dengan mata pelajaran lainnya yang dilaksanakan pada hari Jumat sampai dengan Sabtu. Pada Ujian mata pelajaran Utama menngunakan sistem pengawasan silang, sedangkan untuk mata pelajaran lainnya diawasi oleh pengawas lokal sekolah yang mana sebelumnya juga menjadi pengawas silang di sekolah lain.

 
Persiapan mental sebelum mengikuti ujian seperti kebiasan yang dilakukan oleh SD Negeri Depok 1 yakni dengan shalat dhuha dan memohon doa restu pada kepala sekolah, guru, dan karyawan sekolah. Sebagai penyemangat sesaat sebelum memasuki ruang ujian para siswa dan siswi dipandu oleh Bapak Hidayat selaku pengampu kelas VI melakukan yel-yel dan menyanyikan lagu penyemangat. “Tujuan diadakannya yel dan lagu penyemangat tak lain agar siswa lebih siap dan tidak terlalu tegang dalam menghadapi Ujian” tegas Bapak Hidayat. Selain kegiatan tersebut di atas, para siswa dan siswi juga diberikan sarapan berupa makana ringan seperti roti, arem-arem dan sejenisnya untuk menambah energi.


Berbagai macam doorprize disediakan oleh pihak sekolah. Mulai dari alat tulis menulis, jam tangan, topi, dan lain sebagainya. Bagi para siswa maupun siswi yang beruntung akan mendapat hadiah-hadiah tersebut. Namun tentu saja ada kriteria-kriteria tertentu agar bisa mendapatkan doorprize semisal siswa yang perkembangan belajarnya paling melesat dan kriteria-kriteria lainnya. Adapun tujuannya yakni agara para siswa semangat dalam mengikuti ujian dan diharapkan mendapat nilai yang memuaskan.

Sabtu, 06 Mei 2017

Mobile Learning Service BTKP DIY di SD N Depok 1



Foto Sdn DePok Satu. 
 
DEPOK – Dalam rangka peningkatan mutu tenaga kependidikan SD Negeri Depok 1 bekerja sama dengan Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP) DIY mengadakan kegiatan Pengembangan TIK (Mobile Learning Service) melalui program Kegiatan Pelayanan dan Publikasi Media Pembelajaran Berbasis TIK. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari yakni hari Sabtu tanggal 6 Mei 2017  yang bertempat di SDN Depok 1 dan dipandu langsung oleh nara sumber Bapak Fahrul Wredha Kumara dari BTKP DIY.

Foto Sdn DePok Satu. 
 
Pada kesempatan yang sama Kepala SD Negeri Depok 1 Ibu Sri Haryani Wahyu Lestari, S.Pd, M.Pd menuturkan bahwa “Kegiatan ini sangat penting khususnya bagi guru-guru untuk meningkatkan kemampuannya dalam membuat media pembelajaran yang menarik sehingga materi dapat diserap dengan optimal”. Selama kegiatan berlangsung, para guru diajarkan bagaimana cara membuat media pembelajaran berbasis TIK. Program yang digunakan dalam membuat media pembelajaran yaitu melalui aplikasi Lectora dimana aplikasi tersebut masih cukup awam bagi kalangan guru. Selama ini guru hanya sebatas menggunakan media power point, namun dengan aplikasi Lectora tersebut guru dapat mengembangkan ide-ide kreatif dalam membuat media pembelajaran yang menarik.

Foto Sdn DePok Satu. Foto Sdn DePok Satu. Foto Sdn DePok Satu. 

Menurut Bapak Fahrul Wredha Kumara mengatakan bahwa “Sekolah lain pun dapat mengajukan permohonan program Pengembangan TIK dengan menghubungi staf BTKP DIY atau mengunjungi website BTKP DIY di www.btkp-diy.or.id”. Kedepan diharapkan program-program serupa dapat terus diadakan untuk peningkatan mutu dan kualitas guru khususnya guru-guru yang ada di SD Negeri Depok 1. (R/WD)

Rabu, 03 Mei 2017

Kunjungan Kelas VI ke Panti Asuhan Al Hikmah

Cangkringan - Dalam rangka kegiatan pemantapan persiapan ujian sejumlah 57 siswa-siswi kelas VI beserta kepala sekolah dan beberapa guru SDN Depok 1 pada hari Senin tanggal 1 Mei 2017 mengikuti kegiatan kunjungan ke panti asuhan Al Hikmah yg berlokasi di Cangkringan. Dalam kegiatan ini diisi dengan doa bersama dan penyerahan bingkisan kepada warga panti asuhan yg diserahkan langsung oleh kepala SDN Depok 1 ibu Sri haryani Wahyu Lestari, S.Pd, M.Pd kepada pihak pengurus panti asuhan Al Hikmah.

Foto Sdn DePok Satu. Foto Sdn DePok Satu.

Menurut penuturan ketua panitia kegiatan yakni bapak Hidayat kepada kontributor Warta DepSa bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan mental para peserta didik jelang ujian. Selain persiapan akademis yg sudah dilakukan sejak bulan Januari 2017 tak lupa pihak sekolah juga mempersiapkan mental siswa siswi. Mulai dari kegiatan bakti sosial, kegiatan out bond, kunjungan panti asuhan dan doa bersama.

Foto Sdn DePok Satu. Foto Sdn DePok Satu. 

Rangkaian kegiatan yg berlangsung dari pukul 08.00 sampai dengan 13.00 dapat terlaksana dengan baik atas kerjasama pihak sekolah selaku panitia penyelenggara dan wali murid kelas VI yg berkontribusi langsung dalam mobilisasi dengan menyiapkan kendaraan. Kegiatan ini sudah berlangsung setiap tahun dan akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.
#WartaDepSa/WN

Foto Sdn DePok Satu. Foto Sdn DePok Satu. Foto Sdn DePok Satu.

Sabtu, 29 April 2017

Kartini di Candi Sari

 Foto Sdn DePok Satu.

DEPOK--SDN Depok 1 mengadakan kegiatan dalam rangka peringatan Hari Kartini yang di laksanakan pada hari Kamis tanggal 27 April 2017. Selain peringatan Hari Kartini kegiatan tersebut juga dilaksakan untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman yang ke 101 yaang jatuh pada tanggal 15 Mei 2017. Kegiatan tersebut bertempat di Candi Sari yang terletak di dusun Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.Menurut Bapak Hidayat selaku ketua panitia menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan sekolah. Adapun pemilihan lokasi candi sebagai tempat kegiatan dengan alasan agar siswa lebih mengenal peninggalan sejarah yang ada di kabupaten Sleman khususnya yang berbentuk candi. 

Foto Sdn DePok Satu.

Kegiatan peringatan tersebut meliputi pawai baju adat, upacara bendera, lomba fashion show pakaian adat jawa khususnya gagrag Ngayogyakarta, dan pengenalan cagar budaya candi Sari yangmana jarang terekpos seperti candi-candi lainnya. Untuk menuju lokasi candi menggunakan alat angkut berupa kereta mini. Tak kurang 10 kereta digunakan untuk mengangkut 371 siswa beserta guru menuju lokasi candi Sari. Partisipasi orang tua siswa dapat dilihat dari antusiasme mereka dalam mendandani putra/putrinya sejak subuh agar dapat menghadirkan penampilan yang maksimal. Tak hanya itu, beberapa orangtua/wali siswa juga mendatangi lokasi untuk sekedar melihat kegiatan peringatan Hari Kartini tersebut.

Foto Sdn DePok Satu. 
Foto Sdn DePok Satu. Foto Sdn DePok Satu. 
Foto Sdn DePok Satu. Foto Sdn DePok Satu. 
Foto Sdn DePok Satu. Foto Sdn DePok Satu. 
Foto Sdn DePok Satu. 
"HABIS GELAP TERBITLAH TERANG" seakan sebagai pengobar semangat bagi kaum wanita kala itu untuk bangkit agar memiliki kesetaraan dengan kaum pria. Tak lagi dipandang sebagai "Kanca Wingking" yang seolah-olah kaum wanita menjadi bagian yang tidak penting namun kini telah berubah. Wanita punya wibawa, wanita bebas mengenyam pendidikan tinggi namun tidak melampaui kodratnya.

Senin, 17 April 2017

Belajar Bareng Dinas Kebudayaan DIY




Belajar tak selamanya berada di dalam ruang tertutup. Belajar bisa dilakukan dimana saja asalkan ada sumber belajarnya. Demikian pula yang SD Negeri Depok 1 lakukan bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY melalui program WKM (Wajib Kunjung Museum). Program WKM yang diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan DIY merupakan program unggulan yang ditujukan bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah DIY dimana bertujuan agar generasi muda khususnya para pelajar lebih mencintai museum dimana di dalamnya banyak sekali sumber-sumber ilmu yang dapat diperoleh.

Program pembelajaran ini diikuti oleh 58 siswa kelas 5A dan 5B dan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017. Adapun lokasi tujuan dari kegiatan pembelajaran di luar kelas ini yakni Tembi Rumah Budaya dan Parangtritis Geomaritime Science Park. Semua akomodasi mulai dari kendaraan, tiket, sampai dengan konsumsi ditanggung olah Dinas Kebudayaan DIY. Sehingga sekolah tidak perlu mengeluarkan biaya.


Tembi Rumah Budaya merupakan museum kebudayaan Jawa khususnya budaya DIY. Di museum ini terdapat perangkat gamelan komplit, alat-alat masak tradisional jawa, alat transportasi, buku-buku Jawa, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kebudayaan jawa. Sedangkan Parangtritis Geomaritime Science Park merupakan museum sekaligus pusat penelitian tentang geomaritim khususnya wilayah pesisir selatan DIY. Di dalam Parangtritis Geomaritime Science Park terdapat alat-alat yang digunakan untuk pemetaan pada jaman dahulu, selain itu juga terdapat sampel-sampel batuan dan pasir yang ada di wilayah pesisir selatan DIY. Sebelum melihat koleksi museum, para pengunjung biasanya disuguhi tayangan tentang kegeomaritiman wilayah pesisir selatan DIY mulai dari sejarahnya sampai  kondisi terkini. 

Terimakasih kepada Dinas Kebudayaan DIY yang telah memfasilitasi kegiatan pembelajaran di luar kelas bagi siswa SDN Depok 1. Semoga akan terus berlanjut pada waktu-waktu mendatang.