Sleman – Launching program tayangan Lincak dilaksanakan pada hari Kamis (11/11/2021). Lincak adalah sebuah program
tayangan berbahasa Jawa yang mengangkat tema budaya Jawa yang dikemas dengan
alur cerita yang menarik. Tayangan berbasis sosial media Youtube ini merupakan salah
satu implementasi dari kegiatan supervisi Literasi dan Numerasi yang dilakukan
oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) DIY beberapa waktu yang lalu
yang menyasar beberapa sekolah yang berada di wilayah DIY.
SD Negeri Depok 1 sebagai salah
satu sekolah terpilih berusaha mengembangkan kegiatan penguatan Literasi dan
Numerasi di sekolah dengan melaunching program unggulan berupa tayangan video
berbasis sosial media Youtube yang diberi nama Lincak. Secara harfiah, Lincak
merupakan sebuah kursi yang terbuat dari bahan bambu dan biasa digunakan oleh
masyarakat pedesaan khususnya di Jawa pada jaman dahulu. Biasanya orang-orang
Jawa pada masanya menggunakan lincak sebagai tempat untuk bercengkerama. Atas
dasar tersebut, kata Lincak kemudian dipakai sebagai judul tayangan tersebut.
Gagasan untuk membuat sebuah
tayangan berupa Lincak muncul pada masa pembelajaran daring. Namun semakin
diperkuat dengan adanya program Supervisi Penguatan Literasi dan Numerasi oleh
LPMP DIY. Dimana saat itu sekolah membutuhkan bahan sebagai sarana edukasi
siswa yang dapat diakses secara daring. Dengan dukungan penuh dari komite
sekolah dan arahan dari Praktisi Seni dan Budaya maka Tim Pengembang Literasi
dan Numerasi yang diketuai oleh Hidayat langsung bergerak cepat mewujudkan
program tayangan Lincak tersebut.
Selama kurang lebih satu bulan,
Tim Pengembang Literasi dan Numerasi SD Negeri Depok 1 berusaha keras untuk
mewujudkan program tayangan Lincak. Kegiatan diawali dengan penandatanganan MOU
dengan pihak professional di bidang videografi, kemudian dilanjutkan dengan set
up ruang studio yang akan digunakan untuk proses syuting. Set up lokasi syuting
itu sendiri hanya memakan waktu selama dua pekan dengan menyulap salah satu
ruang kelas menjadi studio. Kegiatan selanjutnya yakni pemilihan talent yang
kesemuanya berasal dari warga sekolah yang memiliki bakat di bidang akting.
Setelah melalui proses brifing kemudian diaksanakan kegiatan pengambilan gambar
yang dilakukan di dua lokasi yakni di studio untuk set indoor dan lingkungan
sekitar sekolah untuk set outdoor.
Tidak seperti umumnya, acara launching program tayangan Lincak dilaksanakan di ruang studio syuting dimana para tamu undangan dapat melihat langsung lokasi program Lincak dibuat. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tamu undangan dinas diantaranya dari LPMP DIY, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, K3S kecamatan Depok, serta para talent dan crew Lincak. Pada kegiatan launching program
acara Lincak sekaligus channel Lensa Depsa sebagai sarana publikasi tersebut, langsung
diluncurkan sebanyak lima episode. Dimana setiap episode membahas materi yang
berbeda mulai dari Egrang, Gugon Tuhon, Gundul Pacul, Unggah-ungguh Nderek
Langkung, hingga cerita sehari-hari yang diberi judul Xin Ling Kesasar.
Sementara itu dalam sambutannya, Ummul Chusnah, S.S, M.T Kasi kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menyatakan sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh Tim Pengembang Literasi Numerasi SD Negeri Depok 1 di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Senada dengan Ummul, Retno Wijayanti, M.Pd yang menjabat sebagai Analis Mutu Pendidikan LPMP DIY juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi serta memiliki harapan agar SD Negeri Depok 1 melalui program tayangan Lincak dapat menjadi sumber inspirasi dan referensi bagi sekolah-sekolah lainnya khususnya di bidang literasi budaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar